Broiler Tertekan, Telur Masih Merana (16/11/2009)

Rekayasa pelemahan KPK masih menjadi berita dominan minggu ini. Citra penegak hukum yang kian surut di mata publik, sepertinya belum menemukan tanda-tanda kapan berakhir. Hingga kini, belum ada satu pihak pun yang dapat memperkirakan bagaimana jalan keluar dari kemelut ini. Kemelut yang rumit ini, bila dibiarkan berlarut, tentu akan berimbas pada prospek perekonomian Nasional. Semoga, pasar broiler terhindar dari imbas yang tidak diinginkan tersebut. Sejauh ini, tingkat permintaan pasar terhadap broiler masih terpantau stabil. Sementara volatilitas harga jual yang terbentuk dalam tiga pekan terakhir masih dalam rentang yang wajar.
Maka sebagaimana dilaporkan, harga broiler ex-farm di DKI ukuran >1.6Kg., sebesar Rp.13.200,-/Kg., yang berarti turun sebesar Rp 300,- dibanding minggu lalu. Kestabilan pergerakan harga jual broiler pada tiga-empat minggu belakangan, mencerminkan berimbangnya sisi pasok dengan tingkat permintaan. Akan halnya laporan dari berbagai area pemantauan menunjukkan, sepanjang Sumatera yang bergerak menurun terbatas. Laporan dari area pemantauan Jawa timur menunjukkan pergerakan harga jual yang menurun, sedangkan Jawa tengah dan barat berkecenderungan menurun secara terbatas. Secara umum, dua minggu menjelang perayaan lebaran haji mendatang, pasar Jawa tengah dan timur, diharapkan bergerak positif.
Untuk pemantauan pasar broiler luar Jawa, Pontianak dilaporkan di Rp.15.000,-/Kg., Samarinda Rp.17.000,-/Kg., Balikpapan Rp.16.000,-/Kg., serta Kendari-Sulawesi tenggara Rp.15.000,-/Kg. Secara umum, pergerakan pasar terpantau bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas. Adapun pekan depan, pergerakan harga jual broiler diperkirakan masih berlanjut seperti minggu ini. Tetapi khusus untuk pasar sepanjang Jawa, kecenderungan menguat diperkirakan dominan pada minggu depan.
Beralih ke pasar telur Nasional, minggu ini masih melanjutkan pasar yang lesu darah. Sekalipun diyakini tingkat permintaan stabil, pergerakan harga jual masih lemah. Laporan dari pasar DKI menunjukkan, harga jual ex-farm di Rp.9.300,-/Kg., yang berarti turun Rp.300,- dibanding minggu lalu. Laporan pergerakan harga jual telur yang buruk juga terpantau di Blitar-Jawa timur, yaitu di Rp.8.100,-/Kg. Catatan serupa juga terjadi untuk area pemantauan pasar Jawa tengah, dan sepanjang Sumatera. Secara tekhnis, pergerakan harga jual ini masih akan berlanjut minggu depan, tetapi khusus untuk Jawa tengah dan timur, sangat mungkin sentimen positif terbentuk menjelang perayaan lebaran haji. Bila hal ini terjadi, tentu akan sedikit membantu untuk membentuk pergerakan positif pada satu-dua minggu ke depan. Harga jual afkir Layer yang berada di Rp.10.000,-/Kg., --yang berarti turun sebesar Rp.1.000,- dari minggu lalu-- sesungguhnya adalah petunjuk sekaligus harapan, tentang mulai berkurangnya sisi pasok pada pasar telur. Semoga kabar ini adalah awal dari titik cerah.


User login

5 + 15 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Current weather

Jakarta / Soekarno-Hatta

Broken clouds, light rain
  • Broken clouds, light rain
  • Temperature: 25 °C
  • Wind: West-Southwest, 7.4 km/h
  • Pressure: 1012 hPa
  • Rel. Humidity: 89%
  • Visibility: 5 kilometers
Reported on:
Sun, 09/05/2010 - 22:00

Syndicate

Syndicate content