Telur Menguat, Broiler Kosolidatif. (24/11/2009)

Sengketa antar lembaga penegak hukum, belum juga mereda hingga kini. Meski Tim 8 bentukan Presiden telah usai melaksanakan tugas, sengketa ini masih saja menyita perhatian besar publik, bahkan kian berlarut dan sulit ditebak arah penyelesaiannya. Beberapa pihak mulai mengkhawatirkan pengaruhnya pada target pertumbuhan perekonomian Nasional. Tentu pada tahap lanjutnya, sedikit-banyak, pasti berimbas pada pasar unggas Nasional.
Tetapi untuk minggu ini, kabar baik menghampiri pelaku bisnis unggas. Harga jual broiler, sebagaimana berhasil dipantau, mengalami pergerakan stabil. Bila dirunut secara tekhnis, dalam tiga minggu terakhir, harga jual broiler untuk pasar DKI telah berhasil bergerak di level Rp.13.000,-an /Kg. Sebuah capaian yang cukup menggembirakan. Sementara tingkat permintaan juga dilaporkan stabil. Hal ini sekaligus menunjukkan, bahwa pada tahun 2010 mendatang daya serap pasar broiler diperkirakan mengalami peningkatan cukup signifikan. Banyak pihak meyakini, pada minggu-minggu kedepan, pergerakan harga jual broiler masih kuat-stabil, bahkan berkecenderungan untuk mengalami kenaikan dalam taraf terbatas.
Untuk minggu ini, harga jual broiler ex-farm ukuran >1.6Kg., di DKI dilaporkan berada di Rp.12.800,-/Kg., yang berarti menurun sebesar Rp.400,- dibanding minggu sebelumnya. Sementara laporan dari berbagai area pemantauan lainnya, menunjukkan pergerakan yang bervariasi, tetapi kecenderungan menguat masih nampak. Pasar sepanjang Sumatera dilaporkan bergerak positif, sepanjang Jawa Tengah dan Timur dilaporkan bertahan bahkan cenderung menurun terbatas menyambut agenda perayaan lebaran haji. Sedangkan pasar Bali dilaporkan masih stabil, dan pasar Kalimantan serta Sulawesi tercatat mengalami pergerakan menurun dibanding minggu lalu. Secara umum, pada minggu mendatang, harga jual masih bergerak stabil.
Kabar baik juga berhembus di pasar telur Nasional. Setelah didera performa harga jual yang suram dalam tiga belas pekan terakhir, minggu ini mengalami kenaikan harga secara cepat dan signifikan. Saat tulisan ini naik cetak, terpantau harga jual telur ex-farm pasar DKI di Rp.13.000,-/Kg., atau menaik fantastis sebesar Rp.3.700,- dari minggu lalu. Merujuk pada catatan performa harga jual afkir layer yang menurun pada enam minggu terakhir, gejala penurunan pasok telur diyakini terjadi secara signifikan. Sangat mungkin, pada pekan-pekan mendatang harga jual telur akan bergerak di kisaran normal tahun 2009 ini, yakni di Rp.11.000,- hingga Rp.13.000,- dengan kemungkinan terjadi koreksi secara terbatas. Sekalipun demikian, harga jual yang terbentuk pada pekan ini, cenderung rentan. Kenaikan harga jual yang terlalu cepat dan tajam, adalah indikasi kerentanan tersebut. Untuk itu, para pelaku bisnis telur perlu mencermati secara seksama pergerakan minggu ini dan dua minggu ke depan. Sementara harga jual di luar DKI, secara umum dilaporkan mengalami pergerakan positif.


User login

14 + 2 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Syndicate

Syndicate content