Harga Broiler Variatif, Telur Mulai Bergerak Naik (1/3/2010)

Koalisi politik terancam retak. Masih terkait bail out century, beragam kepentingan partai politik koalisi, mengancam stabilitas pemerintahan. Isu reshuffle, restrukturisasi koalisi, serta proses hukum atas pelanggaran pada bail out century, menjadi kian memanas. Stabilitas politik dan pemerintahan, berada dalam ancaman. Proses politik yang berbelit, rumit, serta berlarut-larut dikhawatirkan mengancam prospek perekonomian Nasional. Sekalipun hal ini ditentang oleh pejabat pemerintah dengan berbagai data yang ada, tetap saja kekhawatiran pada prospek perekonomian tak terelakkan. Lebih jauh, perekonomian Nasional yang terancam, akan berimbas pada pertumbuhan daya serap pasar Nasional terhadap produk unggas. Daya serap pasar Nasional yang dalam satu dasa warsa terakhir tak tumbuh signifikan, dikhawatirkan kembali tertekan oleh situasi politik yang kurang kondusif.
Seperti halnya terlihat minggu ini, pergerakan harga jual broiler masih rapuh. Kenaikan harga jual sebagaimana terpampang di posko, masih mengalami potongan di lapangan dalam angka yang bervariasi. Di tengah kalender tradisional yang kondusif dan mulai terbatasnya pasok, pergerakan harga jual broiler yang positif-tipis minggu ini, tergolong kurang memuaskan. Namun hal yang menggembirakan adalah, kinerja harga jual pada empat minggu terakhir telah keluar dari periode sulit lima minggu sebelumnya. Potongan harga jual yang ada, masih dalam kisaran toleransi. Sebagaimana dilaporkan dari pasar DKI, harga jual broiler ex-farm ukuran >1.6Kg., yang mencatat di Rp.12.700,-/Kg., atau naik tipis sebesar Rp.200,- dari minggu sebelumnya. Prospek untuk minggu depan diperkirakan menaik secara signifikan sebagai dampak dari berlanjutnya kalender tradisional secara berkelanjutan.
Sementara laporan dari pasar sepanjang Sumatera menyebutkan pergerakan harga jual yang cenderung menaik. Sedangkan Jawa timur, diluar dugaan, terpantau menurun signifikan, Jawa tengah bergerak variatif dengan kecenderungan naik dan akhirnya Jawa barat-Banten dilaporkan naik tipis. Untuk pasar Kalimantan, pergerakan harga jual dilaporkan stabil cenderung naik, sedangkan Sulawesi serta Bali tercatat bergerak variatif. Secara Nasional diperkirakan, pergerakan harga jual broiler pekan depan cenderung positif.
Beralih ke pasar telur Nasional, catatan suram masih juga setia. Meski harga jual telur ex-farm di pasar DKI dilaporkan menguat di Rp.10.000,-/Kg., atau naik sebesar Rp.200,- dari minggu lalu, catatn harga ini menunjukkan telur masih tertekan. Laporan pergerakan harga jual yang stagnan di berbagai wilayah, menunjukkan arus afkir yang terhambat. Sekalipun harga jual afkir telah menyentuh di level Rp.8.800,-/Kg., ex-farm.
Laporan dari sentra produksi telur di Blitar-Jawa timur menunjukkan pergerakan harga jual stabil dalam tiga pekan terakhir. Sementara dari Jawa tengah terpantau mengalami pergerakan variatif cenderung naik. Untuk wilayah sepanjang Sumatera, pergerakan harga jual telur tercatat menurun, Bali dan Kalimantan tercatat stagnan, serta Sulawesi terpantau menurun. Masih melanjutkan periode ketidakpastian, pekan depan harga jual telur sulit diperkirakan. Datangnya kalender tradisional Maulid, sepertinya belum cukup kuat untuk mendongkrak performa harga jual telur ke level wajar.


User login

1 + 19 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Current weather

Jakarta / Soekarno-Hatta

No data
  • No data
  • Temperature: 25 °C
  • Wind: Calm
  • Pressure: 1010 hPa
  • Rel. Humidity: 89%
Reported on:
Mon, 09/06/2010 - 03:00

Syndicate

Syndicate content