Sejarah PINSAR
PINSAR Unggas Nasional terbentuk karena adanya kesadaran di antara pelaku-pelaku peternakan unggas pada umumnya dan para pengusaha pemasaran hasil-hasil unggas pada khususnya, tentang pentingnya kemantapan (stabilisasi) pemasaran hasil-hasil unggas di masing-masing daerah.
Sebuah pusat informasi diperlukan untuk menyediakan informasi akurat antar sentra penghasil telur dan penghasil daging unggas. Selain itu, sebuah pusat informasi yang baik dapat dipersiapkan untuk menjadi pemantau perkembangan penawaran dan permintaan hasil unggas di setiap daerah.
Kedua hal tersebut di atas memiliki pengaruh sangat kuat pada stabilisasi harga dan perkembangan usaha perunggasan Indonesia dimasa kini dan masa yang akan datang. Informasi akurat mengenai perkembangan harga yang terkait dengan ramalan mengenai jumlah pasokan dan permintaan hasil unggas tentu akan sangat membantu para pelaku usaha perunggasan untuk mengambil keputusan terbaik. Hal ini pada gilirannya akan membantu memperkokoh pondasi usaha perunggasan Indonesia sehingga dapat bersaing dengan pelaku perunggasan dari luar negeri.
27 Januari 1990
Diadakan pertemuan persiapan pendirian Pusat Informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas di Jakarta yang dihadiri oleh para pengusaha pemasaran hasil-hasil unggas se-wilayah DKI dan Jawa Barat dengan bimbingan dan pengarahan Direktorat Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil, Direktorat Jenderal Peternakan
14 Pebruari 1990
Diadakan rapat pembentukan wadah informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas di Bandung yang dihadiri oleh para pengusaha pemasaran unggas se-DKI dan Jawa Barat.
3 - 4 Maret 1990
Diadakan pertemuan antar peternak di Hotel Rawapening Semarang yang dihadiri 20 peternak yang terdiri dari 4 peternak dari Jawa Barat & DKI, 3 peternak dari Jawa Timur dan 13 peternak dari Jawa Tengah yang bertindak sebagai tuan rumah.
21 Maret 1990
Pusat Informasi Pemasaran Hasil-hasil Perunggasan mengadakan pertemuan untuk membentuk perwakilan Pusat Informasi Hasil Perunggasan di Yogyakarta.
23 Maret 1990
Pertemuan Pusat Informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas se-Jawa di Jakarta yang dihadiri perwakilan-perwakilan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan DKI / Jawa Barat. Pertemuan ini dilaksanakan di Direktorat Jenderal Peternakan Jakarta dengan dihadiri oleh para wakil Dinas Peternakan DT I (DKI, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan para pengusaha pemasaran hasil unggas se-Jawa dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Peternakan.
Pada pertemuan kali ini dicapai keputusan yang antara lain berisi:
- Kesepakatan untuk membentuk Pusat Informasi pemasaran Hasil Unggas se-Jawa sebagai forum komunikasi bagi PINSAR daerah.
- Setiap PINSAR daerah melakukan inventarisasi potensi dimasing-masing daerah dengan bimbingan Dinas Peternakan.
- Mengusulkan pada Direktorat Jenderal Peternakan agar dapat memprakarsai pertemuan bersama seluruh asosiasi perunggasan dalam bulan Juni 1990 dalam rangka mengefektifkan peran serta PINSAR Unggas dalam sistem Perunggasan Nasional.
- PINSAR Unggas masing-masing daerah terbagi atas PINSAR untuk telur dan daging ayam sebagaimana lampiran keputusan rapat.
- Membentuk Kelompok Kerja yang terdiri dari para wakil PINSAR masing-masing daerah yang dengan bimbingan pemerintah akan mempersiapkan tata kerja dan kepengurusan PINSAR se-Jawa.
10 Juni 1990
Rapat Kelompok Kerja Pusat Informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas (PINSAR Unggas) di Hotel Kartika Chandra Jakarta
Setelah memperhatikan saran dan pendapat anggota Kelompok Kerja PINSAR Unggas yang hadir, rapat telah menetapkan keputusan rapat yang berisi:
- Ketetapan PINSAR Unggas tentang "Tata kerja PINSAR Unggas di Pusat dan Daerah dan,
- Susunan Kepengurusan PINSAR Unggas Nasional.
Pada hari yang sama, juga telah ditetapkan Kepengurusan PINSAR Unggas Daerah dan kedudukannya serta potensi PINSAR Unggas Daerah.
10 Juni 1990
Peresmian berdirinya PINSAR Unggas Nasional oleh Bapak Menteri Pertanian di Ruang Pertemuan Hotel Kartika Chandra, Jl. Gatot Subroto Jakarta pukul 19.30 WIB